Kebutuhan kain dihitung dari tiga hal: konsumsi kain per potong, jumlah potong, dan margin sisa potong. Rumusnya sederhana:
Total yard = (konsumsi per pcs Ă— jumlah pcs) Ă— (1 + margin sisa potong)
Yang sulit bukan rumusnya, melainkan angka konsumsi per potong — dan angka itu berubah mengikuti model, ukuran, lebar kain, dan arah motif. Tabel di bawah memberi titik awal untuk kain lebar 58 inci; angka final tetap harus dikonfirmasi ke penjahit atau tukang pola Anda.
Kenapa lebar kain menentukan segalanya
Sebelum masuk ke tabel, satu hal yang paling sering diabaikan: kebutuhan yard bergantung pada lebar kain, dan lebar kain tidak seragam antar supplier.
Kain rayon Famas Textile berlebar standar 58 inci, sekitar 147 cm, memakai benang 30s dan pewarna reactive, dan dijual per roll 150 yard. Kain dari sumber lain bisa berlebar 44 inci, 60 inci, atau bahkan 63 inci. Konsumsi per potong pada kain 44 inci bisa 25–30 persen lebih tinggi daripada pada kain 58 inci untuk model yang sama, karena pola tidak muat berdampingan.
Konsekuensi praktisnya: angka konsumsi dari supplier lain tidak bisa dipakai langsung. Selalu tanyakan lebar kain sebelum menyalin angka kebutuhan dari mana pun, termasuk dari tabel ini.
Konversi satuan yang perlu dihafal
| Dari | Ke | Faktor |
| 1 yard | Meter | 0,9144 m |
| 1 meter | Yard | 1,0936 yard |
| 1 inci | Sentimeter | 2,54 cm |
| Lebar 58 inci | Sentimeter | ± 147 cm |
| 1 roll woven | Yard | ± 150 yard |
| 1 roll woven | Meter | ± 137 m |
Angka roll adalah perkiraan dan berbeda antar produksi. Selalu cek label di ujung roll untuk panjang aktual.
Kalau membeli kain motif, hitung per seri, bukan per roll
Kain motif dijual per seri: satu roll untuk setiap warna dalam motif tersebut. Artinya perhitungan di atas berlaku per warna, bukan untuk keseluruhan pembelian.
Tabel kebutuhan kain per model
Angka berikut untuk kain lebar 58 inci, motif bebas arah, belum termasuk margin sisa potong.
| Model | Ukuran S–M | Ukuran L–XL | Ukuran XXL ke atas |
| Daster lengan pendek | 2 yard | 2,25 yard | 2,75 yard |
| Daster lengan panjang | 2,25 yard | 2,5 yard | 3 yard |
| Gamis polos | 2,25 yard | 2,5 yard | 3 yard |
| Gamis dengan payung / kerut | 3,5 yard | 4 yard | 4,75 yard |
| Tunik | 1,75 yard | 2 yard | 2,25 yard |
| Kemeja pria lengan pendek | 1,25 yard | 1,5 yard | 1,75 yard |
| Kemeja pria lengan panjang | 1,75 yard | 2 yard | 2,25 yard |
| Dress kerja | 2 yard | 2,25 yard | 2,5 yard |
| Setelan atasan + bawahan | 3,25 yard | 3,5 yard | 4 yard |
Dua model paling sering meleset dari perkiraan: gamis payung dan semua model di ukuran XXL ke atas. Pada gamis payung, penyebabnya ada di lebar bawah. Begitu keliling bawah melewati sekitar 250 cm, potongan rok tidak lagi muat bersebelahan dalam satu lebar kain dan harus disusun memanjang, sehingga konsumsi naik jauh lebih cepat daripada kenaikan ukurannya. Pada XXL ke atas, penyebabnya sama tapi terjadi di badan. Selama setengah lingkar badan ditambah kampuh masih di bawah sekitar 73 cm, panel depan dan belakang bisa dipotong bersebelahan dalam satu lebar 58 inci. Di atas titik itu, satu panel memakan hampir seluruh lebar kain, dan kebutuhan per pcs melompat sekitar 20–30 persen sekaligus — bukan naik bertahap. Karena itu jangan menghitung XXL dengan cara mengalikan angka L–XL; hitung ulang dari lebar kain.
Margin sisa potong: angka yang paling sering dilupakan
Kain tidak habis seratus persen. Selalu ada sisa dari bentuk pola yang tidak persegi, dari ujung roll, dan dari bagian yang harus dibuang karena cacat.
Margin yang biasa dipakai di produksi konveksi:
| Kondisi | Margin tambahan |
| Motif bebas arah, ukuran seragam | 5% |
| Motif satu arah (harus searah) | 10% |
| Motif besar yang harus disambung rapi | 18% |
| Ukuran campuran dalam satu lay | 8% |
Motif satu arah adalah motif yang punya atas dan bawah — misalnya bunga yang tumbuh ke satu sisi, atau tulisan. Semua potongan harus menghadap arah yang sama, sehingga pola tidak bisa disusun bolak-balik dan sisa potongnya meningkat. Tanyakan arah motif sebelum menghitung, bukan sesudah.
Contoh perhitungan lengkap
Misalkan Anda memproduksi 100 pcs daster lengan pendek, ukuran campuran S sampai XL, dari kain rayon lebar 58 inci dengan motif bebas arah.
- Konsumsi rata-rata per pcs: 2,15 yard
- Kebutuhan dasar: 2,15 yard Ă— 100 pcs = 215 yard
- Margin sisa potong untuk ukuran campuran: tambahkan 8% = 17,2 yard
- Total kebutuhan: 232,2 yard, dibulatkan 233 yard
- Konversi ke roll: 233 yard Ă· 150 yard per roll = 1,55 roll
Langkah 5 adalah yang menentukan berapa yang benar-benar Anda beli, karena kain grosir dijual per roll, bukan per yard sesuai kebutuhan. Kalau hasilnya 1,3 roll, Anda membeli 2 roll — dan sisa 0,7 roll itu adalah modal yang tertahan sampai produksi berikutnya. Karena itu banyak konveksi menyesuaikan jumlah produksi agar mendekati kelipatan roll, bukan sebaliknya.
Dalam contoh di atas, 1,55 roll berarti Anda tetap membeli 2 roll atau 300 yard. Sisa 67 yard itu setara dengan sekitar 29 pcs daster yang belum dijahit. Kalau kapasitas jahit Anda memungkinkan, menaikkan order dari 100 pcs ke sekitar 129 pcs menghabiskan 2 roll penuh tanpa stok mati — biaya kain per pcs turun tanpa menambah roll.
Contoh: serian 4 warna berarti empat roll, sekitar 600 yard. Kalau kebutuhan Anda 130 yard per warna, maka dari tiap roll akan tersisa sekitar 20 yard. Sisa itu bukan kerugian selama masih ada rencana produksinya — tetapi harus masuk hitungan modal sejak awal.
Cara kerja sistem seri dan alasannya dijelaskan di artikel sistem seri grosir kain.
Menghitung otomatis
Untuk perhitungan cepat tanpa membuka tabel, gunakan kalkulator kebutuhan kain. Masukkan jumlah potong, model, dan lebar kain, lalu kalkulator akan menghitung total yard dan jumlah roll yang dibutuhkan.
Untuk order besar, tetap konfirmasi hasil kalkulator ke tim Famas sebelum transfer — terutama kalau motifnya satu arah atau modelnya punya detail yang tidak standar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa yard kain untuk 100 potong daster?
Kebutuhannya dihitung dari konsumsi per potong dikali 100, ditambah margin sisa potong. Pada kain lebar 58 inci dengan motif bebas arah, gunakan angka konsumsi pada tabel di atas sebagai titik awal, lalu konfirmasi ke tukang pola Anda karena konsumsi berubah mengikuti detail model.
Berapa meter dalam satu yard kain?
Satu yard sama dengan 0,9144 meter. Satu meter sama dengan sekitar 1,09 yard. Kain grosir di Tanah Abang umumnya dihitung dalam yard, bukan meter.
Berapa panjang satu roll kain?
Satu roll kain woven berisi sekitar 150 yard, atau sekitar 137 meter. Panjang aktual bervariasi antar produksi dan tercantum pada label di ujung roll.
Kenapa kebutuhan kain saya lebih besar dari perhitungan?
Tiga penyebab paling umum: lebar kain lebih sempit dari yang diasumsikan, motif satu arah sehingga pola tidak bisa disusun bolak-balik, dan margin sisa potong yang tidak dihitung sejak awal. Cek ketiganya sebelum menyalahkan perhitungan.
Apakah kebutuhan kain knit dihitung dengan cara yang sama?
Tidak. Kain knit dijual per kilogram, bukan per yard, dan lebarnya tidak standar. Untuk knit, tanyakan lebar dan gramasi per jenis kain sebelum menghitung kebutuhan produksi.
Langkah berikutnya
Setelah tahu kebutuhan yard, langkah berikutnya adalah memastikan stok motif yang diincar tersedia dalam jumlah itu. Kirim jumlah kebutuhan dan kode motif ke WhatsApp Famas Textile untuk konfirmasi stok dan harga grosir. Kriteria lengkap sebelum order besar dibahas di halaman FAQ. Sembilan kriteria yang perlu diperiksa sebelum memutuskan supplier untuk order besar diuraikan di Panduan Memilih Supplier Kain untuk Konveksi.



